Gaul Sama Tuhan

Kalo denger kata ‘GAUL’ hal apakah yang terlintas dalam pikiran kalian ? Yang namanya anak muda, kalo nggak gaul artinya nggak keren .. Mungkin kita pernah lihat temen-temen yang kesannya keren banget. Sebenarnya apa sih gaul itu? yang tiap hari pergi ke mall? Atau maunya kelihatan serba hi-tech? Kelihatan OK atau WOW kalo ngobrol? 


Memank tidak salah untuk bisa atau lakukan semua itu, karena di era modern seperti sekarang ini tuntutan zaman memacu kita untuk menjadi manusia-manusia yang modern, juga yang up-to-date. 

Namun yang pasti sebagai manusia-manusia yang gaul dan cinta Tuhan, kita mesti bisa bedakan mana yang perlu atau boleh dilakukan. Sama siapakah kita harus bergaul terlebih dahulu?  Nah ternyata hal pertama dan yang terutama yang kudu kita lakukan adalah bergaul sama Tuhan lebih dari teman-teman via FB/Twitter/BBM/ dll.

Sudahkah kalian bergaul akrab dengan Tuhan? Gimana cara kita bergaul dengan Tuhan  ? Caranya gampang kok ..


Intim dengan Tuhan!(Yohanes 10:1-5).

Perhatikan domba-domba yang diceritakan disana, mereka mengenal dengan baik suara tuannya, dan sebaliknya tuannya pun mengenal dengan baik domba-dombanya. Kalo kalian mau peka akan suara Tuhan dan pengen Tuhan akrab & dekat sama kita , maka kita harus gaul sama Tuhan.

 


Contoh nih : Perhatikan seorang yang lagi pacaran, dari senyumannya aja mereka dapat berkomunikasi. Sekalipun tembok yang besar memisahkan mereka berdua , mendengar suara atau langkah kaki pun udah pasti tahu kalo yang ada dibalik tembok itu pasangannya. Bagaimana apakah kalian sudah peka akan suara Tuhan?


Buat meningkatkan kualitas hubungan kita sama Tuhan kalian perlu melakukan beberapa hal seperti Hidup dalam penyembahan (Yoh 4:23-24).  Apa sih maksudnya hidup dalam penyembahan ?

Maksudnya adalah menyembah Tuhan tidak hanya waktu  digereja , komsel, doa, but everytime & everywhere alias jadi gaya hidup kalian semua. Menyembah juga tidak bicara soal pujian saja, tapi bicara soal hidup (pikiran/tindakan/sikap) yang kalian lakukan apakah sebagai penyembahan bagi Tuhan atau tidak.


Membaca, merenungkan, memperkatakan firman Tuhan siang dan malam (everyday) (Mazmur 1:1-6, Yosua 1:8)


  
MenJadi Pelaku Firman! (Yoh 15:7,10)

Perintah ini tentunya sering kalian dengar bukan? Namun yang jadi pertanyaan saat ini adalah “Sudahkah kita menghidupi Firman?”  Remember ,  Bukan soal banyaknya firman yang telah kita baca / ketahui / hafal melainkan soal melakukan atau tidak, dihidupi atau tidak.Orang lain boleh hidup dalam gaya /hidup gaul anak dunia yang perkataan/sikap/tindakan mereka dipengaruhi oleh ajaran/nilai/kepercayaan duniawi. Tetapi kita sebagai anak Tuhan kudu memiliki gaya hidup/gaya gaul sesuai dengan firman Tuhan. Tidak sekedar jago baca firman / menyembah Tuhan / melayani Tuhan tapi kudu juga jago & cakap jadi pelaku firman.


Kerohanian seseorang tidak diukur dari seberapa sering ia melayani, sebanyak apa firman yang dihafal, sedahsyat apa penyembahannya melainkan seperti apa gaya hidupnya” Sebab “Gaya Hidup seseorang sesungguhnya merupakan cerminan/pancaran/ekspresi dari hubungannya dengan Tuhan”



 
Artinya : “Seseorang yang rajin berdoa, menyembah, melayani Tuhan sudah seharusnya memiliki gaya hidup yang benar sesuai dengan Firman Tuhan”




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar